17 Juli 2009
,Net Frame Version 2.0
14 Juni 2009
AS ROMA
Berdiri: 1927
Alamat: Via Trigoria Km 3,600 - 00128 Italy
Telpon: +39 06-501911
Ketua: Rosella Sensi
Direktur: Daniele Pradè
Stadion: Stadio Olimpico
SejarahGabungan Tiga Klub Tertua Ibukota
Sebuah klub bentukan tokoh fasis Benito Mussolini itu memiliki ambisi besar yang hingga saat ini masih berkuang mewujudkannya.
Profil
Nama: Associazione Sportiva Roma SpA
Julukan: Il Giallorossi (Kuning Merah), La Magica (Magis), Il Lupi (Si Srigala)
Berdiri: 22 Juli 1927 (Oleh Italo Foschi)
Stadion: Stadio Olimpico Roma, Italia (Kapasitas 82,700)
Presiden: Rosella Sensi
Pelatih: Luciano Spalletti
Sejarah
Associazione Sportiva Roma didirikan pada tahun 1927 oleh Italo Foschi. Klub ini merupakan hasil merger tiga klub Roma yang telah berdiri sebelumnya, yaitu Roman, Alba-Audace dan Fortitudo.
Merger tiga klub tersebut merupakan inisiatif diktator fasis terkenal Italia, Benito Mussolini. Tujuannya adalah membentuk klub yang kuat dari ibukota yang bisa mengakhiri dominasi klub-klub utara Italia saat itu.
Di tahun pertamanya sebagai klub profesional, AS Roma menjadikan Motovelodromo Appio sebagai stadion kandang mereka sebelum pindah di Campo Testaccio yang mulai dibuka pada November 1929.
AS Roma juga identik dengan warna merah marun dan kuning keemasan, yang mewakili warna tradisional dari kota itu sendiri. Warna itu sendiri diambil dari salah satu dari tiga klub merger, yaitu Roman Football Club.
Prestasi
Sejak berdiri di tahun 1927, AS Roma belum bisa mewujudkan ambisi Mussolini untuk mengakhiri dominasi klub dari utara Italia. Buktinya, hanya sedikit gelar diperoleh tim ibukota Italia itu dalam rentang waktu hampir sembilan dekade.
Di Serie A Italia, Roma hanya berhasil menjadi juara sebanyak tiga kali. Sementara di ajang Coppa Italia, sembilan titel dikoleksi dan gelar terakhir didapat tahun lalu. Di ajang Piala Super Italia, Roma memenangi ajang ini di tahun 2001 dan 2007. Di Serie B, Roma pernah menjadi juara di musim 1951/52.
Di kompetisi Internasional, Roma hanya satu kali memenangi ajang bergengsi, yaitu Piala UEFA di musim 196-/1961. Namun di ajang junior, Roma tampil cukup dominan. Di even Campionato Nazionale Primavera, enam gelar berhasil disegel pasukan Roma, sementara di Coppa Italia Primavera, mereka berhasil memperoleh tiga titel juara. Tak salah jika kemudian banyak pemain junior Roma yang kemudian menjadi bintang, seperti Danielle de Rossi dan Alberto Aquilani di musim ini.
Fakta Menarik Lain
- Nomor punggung #6 di Roma resmi dipensiunkan, yang merupakan bentuk penghormatan bagi Aldair, bek asal Brasil yang membela Roma sepanjang 13 musim, dari 1990 hingga 2003.
- Rosella Sensi memegang kendali Roma di tahun 2008 karena presiden sebelumnya, Franco Sensi, yang juga merupakan ayahnya, meninggal dunia.
- Francesco Totti memegang banyak rekor Roma, mulai dari penampilan terbanyak di berbagai kompetisi, juga rekor penampilan terbanyak di serie A, dan pencetak gol terbanyak untuk Roma.
- Logo Roma yang berbentuk srigala adalah ilustrasi dari mitos Romulus dan Remus, yang merupakan cerita terbentuknya kota Roma.
- Lagu kebesaran Roma yang juga sekaligus motto klub adalah La Roma non si discute, si ama, yang dinyanyikan oleh penyanyi Antonello Venditti. Arti kasarnya dari ungkapan tersebut adalah Roma tidak untuk dipertanyakan, tetapi untuk dicintai. Lagu ini dinyanyikan tiap Roma memetik kemenangan kandang setelah pertandingan rampung.
Panucci Kemungkinan Bertahan Di Roma

Bek veteran Christian Panucci (foto, kiri) sempat dikabarkan meninggalkan AS Roma. Terutama setelah perselisihannya dengan Luciano Spalletti. Pemain belakang berusia 36 ini pernah mengritik Spalletti karena jarang dimainkan. Akibatnya, hubungan mereka memburuk sehingga Panucci diprediksi bakal hengkang dari Giallorossi.
Fabio Parisi, agen Panucci, menepis kabar tersebut dan tegaskan pemainnya tetap akan bertahan. Meski masa depannya masih belum jelas karena kontraknya berakhir musim panas ini, namun Panucci tidak berniat meninggalkan Roma.
"Dia tetap akan bertahan di sini. Apalagi, Hubungannya dengan Spalletti sudah diperbaiki. Meski demikian, itu tidak berarti Roma akan menjadi tujuannya. Saat ini, dia hanya ingin menikmati liburan," ungkap Parisi kepada Radio Blu.
Menanggapi kabar mengenai kemungkinan Panucci direkrut Fiorentina, Parisi menilai peluang tersebut tidak cukup bagus bagi kliennya. Menurutnya, Panucci belum tentu menjadi bagian dari rancangan tim pelatih Cesare Prandelli.
"Saya tidak yakin dia menjadi bagian dari rancangan Prandelli. Saya juga tak pernah berbicara dengan [direktur olahraga Pantaleo] Corvino," jawabnya.
01 Maret 2009
TCP/IP
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standard komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar menukar data. Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an sampai 1980-an. Protokol ini tidak berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol. TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan.
TCP/IP adalah protokol yang tersedia pada NT 4.0 dengan layanan aplikasi berorientasi internet dan Intranet TCP/IP sendiri sebenarnya merupakan suite dari gabungan beberapa protokol. Di dalamnya terdapat protokol TCP, IP, SMTP, POP, dan sebagainya. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda, untuk membentuk jaringan yang heterogen. Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini.
Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni sebagai berikut:
- Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format
www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan dengannya. Setiap jaringan TCP/IP memerlukan nilai subnet yang dikenal sebagai subnet mask atau address mask. Sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan tersebut. - Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk <nama_host>.<nama_domain>, di mana
mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan mengidentifikasikan sebuah komputer dalam jaringan
Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:
- Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
- Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
- Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
- Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).
22 Februari 2009
OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)
Pada tahun 1977 ISO (International Organization for Standarization) menetapkan OSI (Open Standard Interconnection) sebagai standar bagi komunikasi data. OSI adalah sebuah standar baku dan ia hanyalah sebuah model rujukan, jika kita misalkan suatu model adalah sebuah pertanyaan, maka protokol adalah jawabannya. . Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar komputer, tetapi bukan merupakan metode komunikasi.
Dalam konteks jaringan, sebuah protokol suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana komputer bertukar informasi melewati sebuah media jaringan.
OSI terbagi dalam 7 lapisan yang memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Ketujuh model referensi OSI dibagi ke dalam 2 kategori, yaitu lapisan atas yang berurusan dengan persoalan aplikasi, yang pada umumnya diimplementasikan hanya pada software dan lapisan bawah yang mengendalikan persoalan transport data, lapisan fisik dan lapisan data link diimplementasikan ke dalam hardware and software.
Prinsip –prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah
Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tempat abstraksi yang berbeda.
Setiap layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.
Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protokol internasional.
Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
Jumlah layer harus cukup banyak sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer di luar keperluannya.
| Application |
Application |
Lapisan Atas |
| Presentation | ||
| Session | ||
| Transport |
Data Transport |
Lapisan Bawah |
| Networking | ||
| Data Link | ||
| Physical |
Lapisan-lapisan Model OSI
Physical Layer
Layer ini bertanggungjawab untuk mengaktifkan dan mengatur physical interface jaringan komputer. Physical layer berfungsi dalam proses pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Interface yang didefinisikan pada layer ini antara lain: 10BaseT, 100BaseTX, V35, X21, dan High Speed Serial Interface (HSSI).
Data Link Layer
Layer ini mengatur topologi jaringan, error notification dan flow control. Data link layer bertugas sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasikan data ke saluran yang terbebas dari kesalahan transmisi.
Karena physical layer menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link layerlah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame.
Terjadinya norse pada saluran, dapat merusak frame. Tetapi data link layer pada mesi sumber dapat mengirim kembali frame yang rusak.
Jaringan broadcast memiliki masalah pada data link layer yaitu dalam hal mengontrol akses ke saluran yang dipakai bersama, dapat diatasi dengan medium access sublayer yang merupakan sublayer khusus dari data link layer.
Network Layer
Network layer berfungsi untuk mengendalikan operasi subnet dengan meneruskan paket-paket dari satu node ke node laindalam jaringan. Masalah yang pentingnya adalah cara menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya.
Route didasarkan dari tabel statik yang dihubungkan ke network, tapi juga dapat ditentukan saat awal percakapan, misalnya session terminal. Route dapat berbeda bagi setiap paketnya, dan route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan.
Pada saat yang sama bisa terdapat banyak paket dan berkemungkinan paket tersebut tiba pada waktu yang bersamaan, yang menyebabkan terjadinya bottleneck (penyempitan bagian ujung). Network layer bertugas untuk mengendalikan kemacetan tersebut.
Perpindahan paket dari satu jaringan ke jaringan lain dapat menimbulkan masalah yang tidak sedikit. Protokolnya pun bisa berbeda. Tugas network layerlah untuk mengatasi semua masalah ini sehingga memungkinkan jaringan yang berbeda untuk saling terkoneksi.
Transport Layer
Transport layer berfungsi untuk menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian yang lebih kecil, meneruskan data ke network layer, dan menjamin semua potongan data bisa tiba di sisi lainnya dengan benar.
Transpor layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang diperlukan oleh session layer.
Ada dua jenis hubungan pada transpot layer:
Connection-Oriented
Hubungan ini ditunjang oleh Transmission Control Protocol(TCP) dengan menggunakan port 6.
Ciri-ciri connection-oriented adalah
Semua paket mendapat acknowledgement (tanda terima) dari penerima.
Paket yang tidak diterima akan dikirim ulang.
Paket-paket diurut kembali.
Langkah-langkah connection-oriented melakukan pengiriman adalah
Mengadakan hubungan, membangun jalur antara pengirim dan penerima.
Pengiriman paket-paket, data dikirim lewat jalur yang telah dibangun.
Pemutusan hubungan, hubungan jalur yang tidak dipakai akan diputuskan.
Conecctionless-Oriented
Hubungan ini ditunjang oleh User Data Protocol (UDP) dengan menggunakan port 17 merupakan bentuk hubungan yang tidak realible karena tida bergaransi. Keunggulan connectionless-oriented yakni pada penggunaan bandwith yang efektif karena semua jalur yang tersedia dapat digunakan oleh pemakai lain.
Session Layer
Layer ini membuka, mengatur, dan menutup suatu session antara aplikasi- aplikasi. Sebuah digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari suatu mesin ke mesin lainnya. Layanan session layer lain adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak dalam bentuk dua arah atau hanya satu arah saja. Layanan tersebut disebut manajemen token. Layanan session lainnya adalah sinkronisasi.
Session layer dapat menyisipkan tanda tertentu ke aliran data. Karena itu bila terjadi crash, hanya data yang berada sesudah tanda tersebut yang akan ditransfer ulang.
Protokol yang berfungsi pada lapisan ini adalah NFS, NETBEUI, RPC, SQL, X Windows System, Apple Talk Session Protocol (ASP), dan Digital Network Architecture Session Control Program (DNASCP).
Presentation Layer
Presentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Presentation layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah.
Satu contoh layanan presentation adalah encoding data. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lain dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter, integer, dan lain sebagainya.
Presentation layer mengatur data struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah komputer menjadi “representation standard” jaringan, dan sebaliknya.
Application Layer
Lapisan ini bertugas untuk memberikan sarana pelayanan langsung ke user, yang berupa aplikasi-aplikasi dan mengadakan komunikasi dari program ke program. Proses mengirimkan e-mail, browse ke internet, chatting, membuka telnet session, atau menjalankan FTP.
Application layer terdiri dari bermacam-macam protokol. Suatu cara untuk mengatasi masalah adalah dengan menentukan terminal virtual jaringan abstrak, sehingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian.
Fungsi lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Contoh pekerjaan application layer, seperti pada surat elektronik, remote job entry, direktori lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan khusus lainnya.
Sumber : Syafrizal, melwin, Pengantar Jaringan Komputer, Andi, Yogyakarta, 2005.
ilmu komputer.com.
15 Februari 2009
Akhirnya datang juga
Saya harap bisa berguna nantinya.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.(sering-sering merhatiin ya)
