22 Februari 2009

OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)


Pada tahun 1977 ISO (International Organization for Standarization) menetapkan OSI (Open Standard Interconnection) sebagai standar bagi komunikasi data. OSI adalah sebuah standar baku dan ia hanyalah sebuah model rujukan, jika kita misalkan suatu model adalah sebuah pertanyaan, maka protokol adalah jawabannya. . Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar komputer, tetapi bukan merupakan metode komunikasi.

Dalam konteks jaringan, sebuah protokol suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana komputer bertukar informasi melewati sebuah media jaringan.

OSI terbagi dalam 7 lapisan yang memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Ketujuh model referensi OSI dibagi ke dalam 2 kategori, yaitu lapisan atas yang berurusan dengan persoalan aplikasi, yang pada umumnya diimplementasikan hanya pada software dan lapisan bawah yang mengendalikan persoalan transport data, lapisan fisik dan lapisan data link diimplementasikan ke dalam hardware and software.

Prinsip –prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah

  1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tempat abstraksi yang berbeda.

  2. Setiap layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.

  3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protokol internasional.

  4. Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.

  5. Jumlah layer harus cukup banyak sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer di luar keperluannya.


Application


Application


Lapisan Atas

Presentation

Session

Transport



Data Transport



Lapisan Bawah

Networking

Data Link

Physical


Lapisan-lapisan Model OSI


  1. Physical Layer

Layer ini bertanggungjawab untuk mengaktifkan dan mengatur physical interface jaringan komputer. Physical layer berfungsi dalam proses pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Interface yang didefinisikan pada layer ini antara lain: 10BaseT, 100BaseTX, V35, X21, dan High Speed Serial Interface (HSSI).


  1. Data Link Layer

Layer ini mengatur topologi jaringan, error notification dan flow control. Data link layer bertugas sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasikan data ke saluran yang terbebas dari kesalahan transmisi.

Karena physical layer menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link layerlah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame.

Terjadinya norse pada saluran, dapat merusak frame. Tetapi data link layer pada mesi sumber dapat mengirim kembali frame yang rusak.

Jaringan broadcast memiliki masalah pada data link layer yaitu dalam hal mengontrol akses ke saluran yang dipakai bersama, dapat diatasi dengan medium access sublayer yang merupakan sublayer khusus dari data link layer.


  1. Network Layer

Network layer berfungsi untuk mengendalikan operasi subnet dengan meneruskan paket-paket dari satu node ke node laindalam jaringan. Masalah yang pentingnya adalah cara menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya.

Route didasarkan dari tabel statik yang dihubungkan ke network, tapi juga dapat ditentukan saat awal percakapan, misalnya session terminal. Route dapat berbeda bagi setiap paketnya, dan route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan.

Pada saat yang sama bisa terdapat banyak paket dan berkemungkinan paket tersebut tiba pada waktu yang bersamaan, yang menyebabkan terjadinya bottleneck (penyempitan bagian ujung). Network layer bertugas untuk mengendalikan kemacetan tersebut.

Perpindahan paket dari satu jaringan ke jaringan lain dapat menimbulkan masalah yang tidak sedikit. Protokolnya pun bisa berbeda. Tugas network layerlah untuk mengatasi semua masalah ini sehingga memungkinkan jaringan yang berbeda untuk saling terkoneksi.


  1. Transport Layer

Transport layer berfungsi untuk menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian yang lebih kecil, meneruskan data ke network layer, dan menjamin semua potongan data bisa tiba di sisi lainnya dengan benar.

Transpor layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang diperlukan oleh session layer.

Ada dua jenis hubungan pada transpot layer:

  • Connection-Oriented

Hubungan ini ditunjang oleh Transmission Control Protocol(TCP) dengan menggunakan port 6.

Ciri-ciri connection-oriented adalah

    • Semua paket mendapat acknowledgement (tanda terima) dari penerima.

    • Paket yang tidak diterima akan dikirim ulang.

    • Paket-paket diurut kembali.

Langkah-langkah connection-oriented melakukan pengiriman adalah

  • Mengadakan hubungan, membangun jalur antara pengirim dan penerima.

  • Pengiriman paket-paket, data dikirim lewat jalur yang telah dibangun.

  • Pemutusan hubungan, hubungan jalur yang tidak dipakai akan diputuskan.

        • Conecctionless-Oriented

Hubungan ini ditunjang oleh User Data Protocol (UDP) dengan menggunakan port 17 merupakan bentuk hubungan yang tidak realible karena tida bergaransi. Keunggulan connectionless-oriented yakni pada penggunaan bandwith yang efektif karena semua jalur yang tersedia dapat digunakan oleh pemakai lain.


  1. Session Layer

Layer ini membuka, mengatur, dan menutup suatu session antara aplikasi- aplikasi. Sebuah digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari suatu mesin ke mesin lainnya. Layanan session layer lain adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak dalam bentuk dua arah atau hanya satu arah saja. Layanan tersebut disebut manajemen token. Layanan session lainnya adalah sinkronisasi.

Session layer dapat menyisipkan tanda tertentu ke aliran data. Karena itu bila terjadi crash, hanya data yang berada sesudah tanda tersebut yang akan ditransfer ulang.

Protokol yang berfungsi pada lapisan ini adalah NFS, NETBEUI, RPC, SQL, X Windows System, Apple Talk Session Protocol (ASP), dan Digital Network Architecture Session Control Program (DNASCP).


  1. Presentation Layer

Presentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Presentation layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah.

Satu contoh layanan presentation adalah encoding data. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lain dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter, integer, dan lain sebagainya.

Presentation layer mengatur data struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah komputer menjadi “representation standard” jaringan, dan sebaliknya.


  1. Application Layer

Lapisan ini bertugas untuk memberikan sarana pelayanan langsung ke user, yang berupa aplikasi-aplikasi dan mengadakan komunikasi dari program ke program. Proses mengirimkan e-mail, browse ke internet, chatting, membuka telnet session, atau menjalankan FTP.

Application layer terdiri dari bermacam-macam protokol. Suatu cara untuk mengatasi masalah adalah dengan menentukan terminal virtual jaringan abstrak, sehingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian.

Fungsi lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Contoh pekerjaan application layer, seperti pada surat elektronik, remote job entry, direktori lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan khusus lainnya.


Sumber : Syafrizal, melwin, Pengantar Jaringan Komputer, Andi, Yogyakarta, 2005.

ilmu komputer.com.


15 Februari 2009

Akhirnya datang juga

Setelah menuggu beberapa menit akhirnya muncul juga blog ini...
Saya harap bisa berguna nantinya.

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.(sering-sering merhatiin ya)